WARUNG MANGUT LELE MBAH MARTO

Bercerita tentang delivery makanan, saya yakin pasti semua sudah pernah melakukan. Saat waktu sudah tidak memungkinkan untuk keluar cari makan karena jam istirahat hampir habis atau sedang malas keluar karena masalah macet juga bisa karena faktor – faktor lain yang membuat kita harus delivery makanan.

Untuk yang tinggal di kota – kota JBBS alias Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya pastinya sudah tidak asing dengan nama foodpanda. Ya, jasa delivery makanan on line terpercaya yang ada di Indonesia. Dengan banyak pilihan restoran dan bermacam jenis makanan yang tentunya siap memanjakan lidah kita setiap saat. Informasi lengkapnya bisa buka webnya, ada di https://www.foodpanda.co.id/

Bulan ini https://www.foodpanda.co.id/  mengajak para blogger untuk berbagi cerita tentang hal terbaik dari makanan yang pernah kita nikmati saat kita berwisata. Lewat Summer Travel Blogger Contest kita diajak untuk menceritakan tentang pengalaman kuliner saat kita berwisata atau bepergian ke tempat favorit.

Dan cerita di bawah ini saya ikut sertakan dalam https://www.foodpanda.co.id/contents/summer_travel_blogger . Semoga saya beruntung memenangkan grand prizenya. Aamiin.

Inilah cerita saya….

Saya kangen sekali dengan tempat ini. Tempat makan yang sangat sederhana. Jauh dari hiruk pikuknya suasana kota. Jauh dari kesan mewah dan glamournya sebuah tempat makan yang bisa ditemui di pusat kota besar. Tempat makan yang berada di pinggiran kota Yogyakarta ini sangat bersahaja. Dikenal dengan nama Warung Mangut Lele Mbah Marto.

Warung mangut lele mbah Marto ini bertempat di belakang kampus ISI Bantul Yogyakarta. Letaknya tersembunyi. Dari masuk gang besar sampai ke gang kecil. Bagi yang pertama kali ke sini mungkin agak susah menemukannya. Waktu saya pertama kali mencarinya sempat kebablasan. Dan berbekal google map, ketemulah tempat tujuan kuliner saya. Sebagai penunjuk arahnya, kalau dari arah malioboro, setelah sampai di Jalan Parangtritis ikuti jalannya. Jalan masuk ada di sisi sebelah kanan jalan. Masuk melalui jalan yang menuju ke kampus AKBID yogya sebelum kampus ISI, ikuti arah jalan sampai bertemu pertigaan. Ambil arah ke kiri sampai masuk ke dalam kampus ISI. Ikuti arah jalan yang menuju kampus ISI sampai ketemu jalan perkampungan. Setelah ketemu pertigaan, ambil arah kanan. Tidak jauh dari pertigaan ada gang kecil dengan spanduk penunjuk arah. Disitulah tempatnya. Sebuah rumah sederhana dengan sumur kerek di depannya.

mbah marto2Sebenarnya apa yang membuat istimewa dari mangut lele Mbah Marto ini? Bagi saya mangut ini memang istimewa. Rasanya benar – benar membuat saya kangen ingin kembali bepergian ke Yogyakarta. Mangut lele di sini pedas. Pedasnya juara. TOP deh. Saat pertama kali menyuapkan mangut lele ini, saya langsung jatuh cinta. Bumbunya meresap sampai ke daging lelenya. Sedikit yang bisa saya gambarkan, rasanya pedas tapi ada rasa manisnya khas masakan Yogyakarta. Dan daging lelenya keset. Pokoknya sedap sekali dan ijamin ketagihan.

mbah marto5

mbah marto1Ada lagi yang membuat mangut lele ini berbeda, ikan lelenya bukan digoreng, melainkan dipanggang/diasap. Pengolahan dengan cara diasap ini yang membuat istimewa. Selain membuat daging ikan lele lebih keset juga membuat daging ikan lele tidak berbau. Bumbunya bahkan masih dihaluskan dengan ulegkan bukan blender. Bumbu yang dihaluskan dengan ulegkan rasanya lebih lezar daripada dengan blender. Bukan di masak di kompor tapi di tungku tanah liat. Khas tungku rumah di perkampungan. Saya menyebutnya “Pawon”. Makanan yang dimasak di atas tungku seperti ini bagi saya memberi aroma yang berbeda. Aroma kayu dan tanah liatnya selalu berhasil membuat saya menelan ludah dan melemparkan saya kembali ke masa kecil. Rumah nenek dan suasana pedesaannya. Rindu suasana tersebut.

mbah marto4mbah marto3Selain mangut lele, warung ini juga menyediakan masakan garang asam, gudeg, sambel goreng krecek, dll. Di warung Mbah Marto ini kalau kita makan di tempat bukan di bawa pulang, kita ambil nasi dan lauk sendiri. Jadi seperti model prasmanan. Semua hidangan tersedia di dapur. Jadi tidak ada etalase tempat memajang hidangan seperti tempat makan yang biasa kita jumpai di kota – kota. Dan untuk harga,,bagi saya yang penikmat kuliner, harganya masih terjangkau. O iya saat mengunjungi warung ini jangan lupa bawa tisu yang banyak ya.

Uppsss..hampir lupa. Warung ini buka mulai dari pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB. Namun biasanya sebelum pukul 16.00 sudah tutup karena kehabisan. Kalau menurut saya lebih baik datang saat pukul 11.00 WIB. Masakan sudah lengkap dan juga belum begitu ramai pengunjung.

Itulah keistimewaan mangut lele Mbah Marto yang bisa saya ceritakan. Walaupun sebenarnya masih banyak yang harus saya ceritakan, namun tiap kali jari saya menuliskan cerita tentang warung ini kenangan tentang kelezatan mangut lele dan suasana Yogyakarta semakin menghujam ke alam fikiran saya.

Sungguh perjalanan yang penuh kebahagian. Sebuah perjalanan kuliner yang memberikan saya kekayaan rasa masakan asli Indonesia.

Warung Mangut Lele Mbah Marto, tempat makan legendaris  yang sederhana sekali tetapi membuat saya tidak bisa melupakan Yogyakarta. Selalu rindu untuk kembali ke sana. Sehat selalu ya Mbah. Biar bisa ketemu saya lagi tahun depan. Kangen masakannya Mbah Marto. Kangen Yogyakarta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s