LONTONG BALAP SURABAYA

Salah satu makakan khas dari kota Surabaya, Jawa Timur. Dinamakan lontong balap karena menurut cerita dahulu lontong balap masih dijual dalam kemaron besar yang terbuat dari tanah liat yang dibakar, yang berat dan dipikul keliling kota. Kemaron besar yaitu wadah terbuat dari tanah liat (dibakar menjadi warna merah bata). Karena bobot kemaron yang berat, sekarang tempat ini diganti dengan panci yang terbuat dari logam. Para penjual lontong balap ini, untuk berebut pembeli di perjalanan dan pembeli di pasar berjalan cepat-cepat menuju pos terakhir di Pasar Wonokromo, dari jalan cepat ini menimbulkan kesan berpacu sesama penjual (dalam bahasa Jawa: balapan), dari balapan ini kemudian dikenal dengan nama lontong balap.
Penjual lontong balap pada zaman dulu didominasi oleh penjual dari Kampung Kutisari dan Kendangsari yang sekarang menjadi wilayah Surabaya Selatan. Dari Kutisari-lah makanan lontong balap berasal. Kampung Kutisari dan Kendangsari, pada kenyataannya, keduanya sama-sama berjarak lebih kurang 5 km dari Pasar Wonokromo. Karena lontong balap dikenal luas oleh masyarakat dari Pasar Wonokromo yang sekarang berubah nama menjadi DTC, nama tempat itu pun melekat serta menjadi ciri khas nama masakan “Lontong Balap Wonokromo” yang untuk masa sekarang disebut lontong balap.
Pada masa sekarang lontong balap lebih sering dijual dalam kereta dorong dan warung, meski demikian nama lontong balap tetap tidak berubah. Lontong balap juga adalah makanan favorit orang Surabaya. (wikipedia)
Makanan yang bercita rasa manis gurih ini terdiri dari lontong, taoge, tahu goreng, lentho, bawang merah goreng dan sambal. Disiram dengan kuah hangat dan ditambah sambal petis.
Dan yang saya suka adalah perpaduan sambal petis dengan kuahnya itu memberi rasa yang nikmat sekali. Pantaslah kalau makanan ini menjadi makanan favorit warga Surabaya.
Resep yang saya gunakan dari mbak Yulyan Parwati di majalah Rasa Indonesia.
lontong balap instagram 1aBahan – bahan :
• Lontong secukupnya
• Tahu goreng secukupnya
• Kecap manis dan bawang merah goreng untuk taburan
Bahan Lentho :
• 500 gr singkong parut
• 152 gr kacang tolo rebus
• 4 siung bawang putih
• 4 buah cabai merah besar
• 4 sdt ketumbar bubuk
• 1 ½ sdt garam
• 1 sdt gula pasir
Bahan Kuah Touge :
• 200 gr touge
• 2 buah daun bawang, potong 1 cm
• 3 siung bawang putih, iris tipis
• 1 ½ sdt garam
• ¾ sdt gula pasir
• ¼ sdt lada bubuk
• ½ sdm kecap manis
• 1500 ml air/air kaldu
• Minyak untuk menumis
Bahan Sambal Petis :
• 3 buah cabai rawit goreng
• 1 buah bawang putih goreng
• 25 ml air matang
Cara Membuat :
1. Lento : haluskan bawang putih dan bawang merah lalu campur dengan bahan lento yang lainnya, aduk hingga rata. Ambil sejumput adonan, bulatkan lalu pipihkan. Goreng hingga kuning kecoklatan dan matang.
2. Kuah touge : panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum. Masukkan air/air kaldu. Masak hingga mendidih. Tambahkan garam, lada bubuk, gula, kecap manis, touge dan daun bawang. Masak hingga mendidih dan touge matang.
3. Sambal Petis : Haluskan cabai rawit goreng dan bawang putih, tambahkan petis dan air. Aduk hingga rata.
4. Tata potongan lontong, tahu, dan lentho di piring. Beri touge dan kuahnya, lalu taburi dengan kecap manis dan bawang merah goreng. Sajikan lontong balap dengan sambal petisnya.

Ternyata membuat lontong balap itu mudah. Dan rasanya benar – benar bikin ketagihan. Jadi, jangan ragu untuk mencoba. Happy cooking

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s